Euro bergerak melemah
di level rendah bulanan terhadap beberapa mata uang mayor pada hari
Rabu (22/7) kemarin. Pada sesi Amerika malam tadi, volatilitas pasar
forex terbilang cukup tinggi sehubungan dengan laporan inflasi dan
perumahan Amerika Serikat.
EUR/USD jatuh sebanyak 18 pip ke angka 1.3468 setelah menyentuh level
redah 8 bulan pada posisi 1.3459. Pergerakan yang sama pun dialami oleh
pair EUR/JPY dan EUR/GBP, dimana masing-masing tergelincir ke posisi
136.64 dan 0.7894.Laporan Inflasi Dan Perumahan AS Juni 2014
Pergerakan pair
EUR/USD malam tadi dipengaruhi oleh Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan
Juni yang dilaporkan sesuai dengan ekspektasi, yakni menurun sebanyak
0.3% dari 0.4% pada bulan sebelumnya. Sedangkan, angka CPI tahunan
tercatat di kisaran 2.1% sesuai dengan ekspektasi. Untuk CPI inti, AS
mencatat penurunan 0.1%, lebih rendah daripada ekspektasi penurunan 0.2%
dan daripada bulan Mei. CPI inti tahunan berada pada level 1.9%, lebih
rendah daripada ekspektasi 2%.
Melihat dari inflasi AS yang dapat dikatakan stabil tersebut,
sebagian pelaku pasar yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya
lebih cepat, kemungkinan pada tahun depan. Laporan dari sektor perumahan
AS pada bulan Juni pun juga tak kalah menggembirakan, yakni di kisaran
0.4%, lebih tinggi daripada ekspektasi, yaitu peningkatan sebesar 0.2%.Selain itu, pernyataan dari Bank Sentral Eropa tentang penambahan pelonggaran moneter terus menekan Euro. Dan pelemahan yang terjadi pada Euro saat ini justru dianggap membantu memperkuat upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Zona Euro.
Sumber
: disadur tanpa perubahan
(http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=189685&title=stabilnya_inflasi_dan_perumahan_as_mendorong_jatuh_eurusd)
0 komentar
Posting Komentar